Hama Tikus Mewabah, Kades Pimpin Petani Gropyokan Basmi Tikus

Media Informasi Warga

Hama Tikus Mewabah, Kades Pimpin Petani Gropyokan Basmi Tikus

28 Juli 2017 Berita 0

Tikus sawah merupakan salah satu hama utama yang sering menimbulkan kerugian besar. bahkan dapat menimbulkan gagal panen pada budi daya tanaman padi sawah. Perkembangbiakannya yang cukup cepat, serta adaptasi yang baik menjadikan hama tikus sawah ini sebagai salah satu hama yang meresahkan bagi petani, Apa lagi ketika populasi tikus sawah cukup banyak.

Selama sebulan terakhir ini, serangan tikus membuat resah para petani padi di desa Pegiringan.  Tanaman padi seluas 8 hektar di wilayah selatan Desa Pegiringan Kecamatan Pegiringan Kabupaten Pemalang mengalami penurunan hasil panen, penurunan hasil panen tersebut akibat serangan hama tikus menjelang masa panen, hal ini membuat petani semakin resah. Saat ini petani Desa Pegiringan, khususnya diwilayah selatan desa (cengkar) akan memasuki masa tanam.  Namun, petani dipusingkan dengan serangan hama tikus yang tak berkesudahan. Hewan pengerat itu memakan bibit padi yang akan disemai. Sudah berbagai macam usaha pencegahan dilakukan namun hasilnya belum maksimal, sampai akhirnya warga sepakat untuk membasmi hama tersebut dengan menggunaakn teknik Gropyokan.

Pemerintah Desa Pegiringan mengumumkan melalui pengeras suara di masjid-masjid dan mushola, agar petani bersama-sama melaksanakan gropyokan basmi tikus. Jum’at, 21 Juli 2017, Kegiatan gropyokan dilaksanaan secara gotong royong/ berkelompok di hamparan sawah, di wilayah selatan desa Pegiringan. Kepala Desa Pegiringan, Duhari Daya beserta perangkat desa memimpin kegiatan gropyokan tersebut. Duhari Daya mengatakan, selain kegiatan Jum’at bersih yang biasa dilakukan bersama, sudah dua pekan ini, setiap hari Jum’at, kegiatan dialihkan untuk bersama-sama membasmi hama tikus, kegiatan gropyokan ini diharapkan akan mampu menekan populasi hama tikus, tutur Duhari Daya.

Gropyokan merupakan salah satu teknik pengendalian tikus sawah yang dilakukan dengan cara melakukan pemburuan langsung atau dengan cara membunuh tikus secara langsung ( secara fisik ), dengan melakukan pembongkaran lubang-lubang aktif sarang tikus, kemudian diburu dan dibunuh (gropyokan) secara misal. Geropyokan efektif di lakukan pada saat sebelum pengolahan lahan, atau sesudah panen, karena jika kegiatan gropyokan ini di lakukan pada saat tanaman padi sudah di tanam di takutkan tanaman padi akan terganggu dan dilakukan apabila terindikasi banyaknya lubang-lubang aktif pada pematang sawah di hamparan sawah tersebut. Ternyata dengan tehnik gropyokan tersebut membuahkan hasil, banyak tikus yang bisa ditangkap, selanjutnya tikus-tikus yang tertangkap dikubur agar tidak menimbulkan polusi atau masalah berikutnya. (admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *