Ngalap Berkah Ramadhan, Mushola Attaqwa Gelar Pengajian Khotmil Qur’an

Di 10 Hari Terakhir Ramadhan 1439 Hijriyah, tepatnya Minggu, 10 Juni 2018 selepas Shalat Isya dan Tarawih berjamaah dilaksanakan Mushola Attaqwa RT. 04 Desa Pegiringan adakan Khataman Al Quran. Kegiatan khataman merupakan salah satu bagian dari seluruh rangkaian Semarak Ramadhan 1439 Hijriyah dan dilaksanakan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Pemilihan 10 hari terakhir Ramadhan sendiri didasarkan atas pertimbangan bahwa pada malam 10 Ramadhan terakhir biasanya jamaah yang hadir mengikuti kegiatan ibadah semakin sedikit, sehingga diharapkan dengan adanya khataman lebih dapat menambah semangat di akhir ramadhan.

Mushola Attaqwa belum lama kemarin baru meresmikan  pembangunan mushola. Pada Ramadhan 1439 Hijriyah ini adalah Ramadhan pertama setelah mushola diresmikan pembangunannya. Pada Ramadhan 1439 H warga ramai beribadah di Mushola, jamaah yang terdiri dari Remaja, Ibu-ibu serta anak-anak. Jamaah mushola Attaqwa pada Ramadhan tahun ini berhasil mengkhatamkan Al Quran beberapa kali. Terlepas dari berapa kali peserta tadarus dapat mengkhatamkan Al Qur’an, lebih dari itu esensi yang paling penting adalah bagaimana kemudian membiasakan kembali membaca dan mempelajari Al Qur’an di luar Bulan Suci Ramadhan.

Jika ada yang beranggapan, bahwa selama Ramadhan semua amal ibadah termasuk mentadabburi Al Qur’an, pahalanya dilipatgandakan tentu tidak salah. Namun, akan lebih baik jika keistiqomahan membaca Al Qur’an itu tetap diterapkan di luar Ramadhan, walaupun pahala tidak dilipatgandakan sebagaimana Ramadhan, atau mungkin ada yang mengatakan kalau Ramadhan, masjid dan mushola pasti selalu ramai dengan jamaah, sehingga tadarus pun akan ramai. Tentu hal itu juga benar adanya. Namun alangkahkah indahnya, ketika di luar Ramadhan masjid dan mushola kita itu juga selalu ramai sebagaimana ketika ramadhan. Bisakah ? Tentu sangat bisa. Bukankah Ramadhan adalah tempat pendadaran, sementara bulan lain adalah tempat kita mengimplementasikan semua amaliah ibadah.

Kegiatan khataman diawali dengan penyembelihan 2 ekor kambing pada pagi hari dan membagikan dagingnya pada warga mushola Attaqwa. Puncak acara khotmil Qur’an dilakukan setelah sholat tarawih dengan acara pengajia umum, dengan pembicara Ky. Sodikin dari Dukuh Lumpang Bantarbolang. Acara pengajian dihadiri pengurus mushola, warga masyarakat dan sahabat Ansor Banser se ranting desa Pegiringan. Dengan khataman yang telah dilaksanakan, bukan berarti selesai juga membaca Al Quran, namun lebih dapat meningkatkan semangat terutama di malam-malam 10 Hari terakhir Ramadhan 1439 Hijriyah. *[adm]

Author: AdminDesa
Pegiringan adalah desa di kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pegiringan salah satu desa di kecamatan Bantarbolang yang mempunyai bahasa yang khas di banding daerah lain di Pemalang, yaitu pengucapan vokal akhir (a) dibaca dengan (e) seperti pada kata belah.