Pembangunan Sebagai Wahana Ekspresi Kebijakan,Tidak Boleh Berhenti

Pembangunan Sebagai Wahana Ekspresi Kebijakan,Tidak Boleh Berhenti

4 Oktober 2018 Berita 0

Pada dasarnya belum ada desa yang dapat berdiri sendiri dalam memenuhi semua kebutuhan. Betapapun besarnya dana/pendapatan asli desa yang tersedia tidak semua kebutuhan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat tertangani. Oleh karena itu setiap desa memerlukan desa/pihak lain dalam memenuhi tugas/kewajiban desa.

Pembangunan Kawasan Perdesaan merupakan perpaduan pembangunan antar desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pembangunan partisipatif. Hal ini sesuai dengan tujuan dan sasaran Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan sebagai Unit Kerja Eselon Satu (UKE-l) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi diturunkan dari Visi dan Misi Presiden, sembilan (9) agenda prioritas (Nawacita), serta RPJMN 2015-2019.

Desa Pegiringan adalah desa yang berbatasan dengan desa Sambeng. Batas desa Sambeng dan desa Pegiringan adalah hutan milik perhutani dan warga. Karena belum adanya jalan tembus antar desa tersebut, dalam kegiatan Konomi warga Pegiringan maupun warga desa Sambeng harus memutar melalui jalur utama Bantarbolang, yang jaraknya jauh dan memerlukan biaya yang cukup besar.

Karena hal tersebutlah pada Musrenbangcam tahun 2017 Desa Pegiringan dan Desa Sambeng melalui musyawarah bersepakat melakukan kerja sama dengan mengusulkan bersama pembangunan fisik pembangunan jalan tembus desa Pegiringan – Desa Sambeng. Usulan Bersama tersebut berhasil masuk 8 prioritas usulan fisik hasil Musrenbangcan Bantarbolang tahun 2017.

Kepala desa Pegiringan, Duhari Daya menyampaikan, bahwa Pembangunan sebagai wahana ekspresi kebijakan, maka tidak boleh berhenti. Pembangunan jalan tembus desa Pegiringan-Sambeng, adalah wujud keseriusan pemerintah desa Pegiringan dalam mewujudkan pembangunan Kawasan perdesaan. Nantinya setelah jalan tembus kedua desa terhubung, aktifitas ekonomi warga akan lebih mudah dan lebih cepat, serta dapat menunjang produktifitas warga lainnya.  Pengerjaan pembangunan jalan rabat beton desa Pegiringan-Sambeng dilaksanakan oleh masyarakat tidak melalui pihak ketiga (pemborong) dan partisipatif swadaya masyarakat, sehingga diharapkan warga juga akan mendapat nilai penghasilan dari pengerjaan pembangunan rabat beton tersebut. *(admin)

Komentar

Komentar

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
Read previous post:
Pencerahan Muspika Bantarbolang dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Pilkades Pegiringan Tahun 2018

Sesuai dengan Tahapan Pelaksanaan pemilihan kepala desa Pegiringan Tahun 2018 yang akan dilaksanakan, Minggu (16/09). Tahapan saat ini telah sampai...

Pelatihan Online Monitoring Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN)

Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara adalah sebuah sistem yang dirancang dengan mengintegrasikan proses penganggaran, pelaksanaan dan pelaporan keuangan Negara sehingga...

POLITIK MEMBANGUN, BUKAN MEMBANGUN POLITIK

Menjelang masa cuti kepala desa, menjelang Pilkades serentak Kabupaten Pemalang Kepala Desa Pegiringan tetap melaksanakan tugas sebagaimana seperti biasa. Selasa,...

Close