Pengajian Umum Dalam Rangka Haul Ulama dan Sesepuh Desa Pegiringan

Minggu (15/10) Pemerintah Desa Pegiringan menggelar pengajian umum dalam rangka haul umum Ulama dan sesepuh desa Pegiringan. Acara dilaksanakan di area pemakaman umum Kasepuhan desa Pegiringan. Tokoh Ulama dan sesepuh desa Pegiringan yang diperingati haulnya setiap tahun antara lain :

  1. Mbah Ya’Kub
  2. Abdul Khamid bin H. Abdul Manaf
  3. Mbah Kaji Guru
  4. Mbah Kyai Shobari
  5. Mbah Kyai Abdul Ghofur
  6. Mbah Kyai Sadrah
  7. Mbah Kyai Jufri

Serta tokoh sesepuh Desa Pegiringan :

  1. Mbah Sambong
  2. Mbah Dar
  3. Mbah Saleh
  4. Mbah Amin
  5. Mbah Kasiban
  6. Mbah Tardi Daskun
  7. Mbah Warid

Acara haul ini juga untuk mendoakan ahli kubur warga masyarakat dan mendoakan pemimpin desa Pegiringan agar senantiasa amanah dalam memimpin desa Pegiringan. Acara Haul umum sesepuh desa Pegiringan diawali tahlil oleh ulama sesepuh desa dan imam-imam Masjid dan Mushola sedesa Pegiringan. Agenda tahunan tersebut, berlangsung meriah dan hikmat. Hadir dalam acara tersebut unsur Muspika Bantarbolang, Lembaga desa serta ribuan masyarakat yang dengan antusias memadati area pemakaman umum desa Pegiringan.

Dalam sambutannya Kepala Desa Pegiringan mengajak warga masyarakat untuk senantiasa mengingat dan mendoakan para leluhur baik ulama dan tokoh sesepuh desa yang telah berjasa bagi desa Pegiringan. Duhari Daya juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menauladani para tokoh dan ulama Pegiringan dengan senantiasa menjaga kerukunan dan kekompakan serta mendukung program pembangunan desa, sehingga sehingga terwujud desa Pegiringan yang maju dan sejahtera.

Sementara itu Camat Bantarbolang Abdul Rachman, M.Si saat memberikan sambutannya, menegaskan tiga hal, pertama agar masyarakat Pegiringan taat pajak, kedua selalu menjaga kerukunan dalam bermasyarakat mengingat pada tahun 2018 akan ada pesta demokrasi, yaitu Pilkades dan Pilgub. Camat Bantarbolang Abdul Rachman, M.Si mengajak masyarakt agar senantiasa menjaga kerukunan, jangan sampai terpecah belah karena politik.

Puncak acara haul umum desa pegiringan diisi Tausiyah oleh dua penceramah, yaitu Habib Mahmud Alatas dan KH. Machfud Holiq dari Kabupaten Tegal. Dalam tausiyahnya Habib Mahmud menghimbau kepada masyarakat yang hadir untuk senantiasa mengambil hikmah, bahwa Haul dilakukan sebagai pengingat sejarah agar penerusnya senantiasa menauladani jangan sampai tercerai berai apa lagi dalam kehidupan bermasyarakat. Tausiyah kedua disampaikan oleh KH. Machfud Holiq. Dalam tausiyahnya KH. Machfud Holiq menjelaskan makna Haul secara detail baik secara arti bahasa maupun makna.  

Kegiatan haul dalam agama Islam, didasarkan pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi r.a. Rasulullah saw. selalu berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud setiap tahun. Sesampainya di Uhud beliau memanjatkan doa sebagaimana dalam surat Al-Qur’an Surah ar-Ra’d ayat 24, Salamun ‘alaikum bima shabartum fani’ma uqba ad-daar (Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu). Hadist inilah yang menjadi dasar diperbolehkan peringatan haul atau sejenisnya. KH. Machfud Holiq juga menjelaskan tentang apa itu Islam nusantara, KH. Machfud Holiq mengajak umat untuk ngaji secara syariat juga secara hakikat, sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain. Haul umum berlangsung dengan tertib dan lancar sejak awal hingga akhir dengan pengamanan dari unsur kepolisian sektor Bantarbolang dan unsur Banser kecamatan Bantarbolang, pengajian ditutup do’a oleh KH. Machfud Holiq. (AdminDesa)

 

Author: AdminDesa
Pegiringan adalah desa di kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pegiringan salah satu desa di kecamatan Bantarbolang yang mempunyai bahasa yang khas di banding daerah lain di Pemalang, yaitu pengucapan vokal akhir (a) dibaca dengan (e) seperti pada kata belah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *