Pentingnya Media Sosial dan Partisipasi Warga Dalam Menunjang Pembangunan Desa

Forum Whatsapp Desa  [wpsr_socialbts]

Dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, disebutkan bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Keterbukaan informasi publik sekaligus menjadi sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik dan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informatif yang semakin berkualitas. Selanjutnya, dalam Pasal 2 UU Nomor 14 Tahun 2008 disebutkan bahwa setiap informasi publik harus dapat diperoleh dengan cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan cara yang sederhana.

Untuk mencapai pembangunan yang sesuai dengan keinginan masyarakat, diperlukan sebuah strategi komunikasi sebagai menajemen perencanaan untuk menyampaikan pesan dan sarana partisipasi warga masyarakat. Kehadiran media sosial melalui jaringan internet sudah bukan lagi hal yang aneh dan dianggap tabu, karena hampir semua orang pengguna internet juga menggunakan media sosial, bahkan satu orang bisa mempunyai banyak akun untuk mengakses berbagai situs media sosial. Semakin mudahnya fasilitas untuk mengakses internet membuat perkembangan media sosial sangat pesat bahkan banyak orang yang memanfaatkan media yang satu ini untuk keperluan pribadi dan lainnya. Pemanfaatan teknologi informasi, khususnya melalui media sosial atau jejaring sosial dalam pelaksanaan informasi publik menjadi salah satu terobosan yang sangat populer saat ini,  karena sifatnya cepat, mudah, tepat waktu.

Ekspansi media sosial yang semakin sulit dikontrol, sampai pada semua lapisan masyarakat ini sangat baik jika digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan pembangunan dan menumbuhkan partisipasi warga, namun tidak dapat dipungkiri, media sosial yang sudah menjangkau berbagai kehidupan masyarakat ini, kadang masih kurang dimanfaatkan secara optimal oleh penggunanya, padahal apabila betul-betul dimanfaatkan secara optimal, maka media sosial ini dapat menjadi salah satu sarana untuk mempercepat pembangunan, mempercepat alur birokrasi bahkan yang lebih utama lagi adalah media sosial akan menjadikan kita masyarakat yang informatif.

Seperti halnya di Pegiringan saat ini suka tidak suka, mau tidak mau sudah terbentuk masyarakat medsos, yaitu satu masyarakat yang kehidupan kesehariannya tidak bisa dilepaskan dari media sosial, seperti Facebook, Twitter, Whatsapp,Line,BBM, dan sebagainya. Banyak manfaat dan banyak pula dampak negatifnya. Media sosial akan bermanfaat apabila kita bijak dan bertanggungjawab dalam penggunaaannya, misalnya sebagai sarana diskusi, sarana pertukaran informasi, penyampaian aspirasi, membangun ide-ide kreatif, kritik yang membangun dan juga sebagai media kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan. Pada Sisi lain bahkan bisa menjadi bagian dalam pengelolan konflik sosial yang harus di kelola untuk membatasi pada koridor yang menjadi batasannya, sedangkan dalam konteks demokrasi juga merupakan bagian dari proses belajar politik masyarakat serta proses membangun kesadaran politik.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat khususnya bagi masyarakat medsos di Pegiringan agar kita mampu mengoptimalkan media sosial sebagai sarana untuk membangun desa dan menumbuhkan partisipasi masyarakat serta menjadi sarana komunikasi dengan Pemerintah Desa, sehingga Pemerintah Desa Pegiringan akan aspiratif dan komunikatif dalam pelaksanaan pembangunan desa. Salam medsos.

Author: AdminDesa
Pegiringan adalah desa di kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pegiringan salah satu desa di kecamatan Bantarbolang yang mempunyai bahasa yang khas di banding daerah lain di Pemalang, yaitu pengucapan vokal akhir (a) dibaca dengan (e) seperti pada kata belah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *