Tiga Desa Perlu Bersinergi Mewujudkan Normalisasi Kali Sawah

Media Informasi Warga

Tiga Desa Perlu Bersinergi Mewujudkan Normalisasi Kali Sawah

10 Januari 2017 Berita 0

Undang-Undang Desa secara tegas telah membedakan antara pembangunan desa yang menempatkan desa sebagai subyek pembangunan dan pembangunan perdesaan yang menjadi domain pemerintah. Hal ini terlihat dengan adanya pengaturan khusus tentang pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesaan. Pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, UU Desa menggunakan dua pendekatan, yaitu “Desa Membangun” dan “Membangun Desa” yang diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan desa. Sebagai konsekwensinya, Desa menyusun perencanaan pembangunan desa yang mengacu kepada perencanaan pembangunan kabupaten/kota (diatur dalam Pasal 78-82).

Irigasi adalah Upaya pemberian air dalam bentuk lengas (kelembaban) tanah sebanyak keperluan untuk tumbuh dan berkembang bagi tanaman (Najiyati : 2007). Pengertian lain dari irigasi adalah penambahan kekurangan kadar air tanah secara buatan yakni dengan memberikan air secara sistematis pada tanah yang diolah. Kebutuhan air irigasi untuk pertumbuhan tergantung pada banyaknya atau tingkat pemakaian dan efiensi jaringan irigasi yang ada Kartasaputra (2009: 45).

Kali sawah wilayah pertanian di sebelah timur desa Pegiringan, merupakan satu-satunya aliran air yang berada di pertengahan area persawahan ini. Aliran kali sawah ini melintasi tiga wilayah pertanian, yaitu pertanian desa Sumurkidang, Desa Pegiringan dan Desa Banjarsari. Hampir setiap tahun keberadaan kali sawah ini menjadi pembahasan dikalangan petani di tiga desa, disatu sisi keberadaan kali sawah ini dibutuhkan karena merupakan satu-satunya saluran iriigasi yang mengairi wilayah tersebut, namun disisi lain kali sawah ini juga menghantui petani setiap tahunnya, khususnya pada saat musim penghujan tiba, dari mulai resiko kerusakan lahan persawahan sampai gagal panen selalu menjadi masalah tersendiri bagi petani.

Semakin berjalannya waktu, keberadaan kali sawah tersebut semakin mengkawatirkan petani, pasalnya lebar kali sawah yang semakin sempit, hingga tidak lancarnya saluran air dari hulu ke hilir, sehingga pada saat hujan, debit air tidak terkendali sehingga banjir menggenangi area sawah penduduk, hal ini sungguh sangat memprihatinkan.

8f683958-1be4-45c7-b213-ce0a6536a1e9Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tentunya perlu adanya solusi yang tepat, mengingat aliran kali sawah tersebut melintasi tiga desa, untuk itu perlu adanya kerjasama antar desa dalam hal ini adalah Desa Sumurkidang, Desa Pegiringan dan Desa Banjarsari. Saat ini sedang dilakukan pengerukan dan pelebaran kali sawah untuk menormalisasi kali sawah, diwilayah Desa Pegiringan. Seperti yang dikatakan Duhari Daya (Kepala Desa Pegiringan) pada saat meninjau pelaksanaan normalisasi kali sawh di wilayah perbatasan Desa Sumuridang, “saya mengundang kepala Desa Sumurkidang dan Banjarsari untuk melihat bagaimana proses normalisasi dan juga mencari solusi bersama tentang bagaimana agar kali sawah tersebut bisa normal kembali, baik dari hulu di wilayah Desa Sumurkidang dan melintasi wilayah pertanian Desa Pegiringan dan kondisi Hilir di wilayah Desa Banjarsari, dan sangat tidak mungkin apa bila normalisasi kali sawah ini hanya dilakukan di satu wilayah saja, mengingat panjang kali sawah yang melintasi 3 Desa”.

Kepala Desa Pegiringan juga mengajak kepada kepala Desa Sumurkidang dan Kepala Desa Banjarsari untuk duduk bersama, membahas kali sawah ini dengan serius, mengingat daerah yang dilintasi kali sawah tersebut adalah area produktif pertanian, selain itu Duhari Daya juga memperliatkan area persawahan yang mengalami gagal panen disekitar kali sawah, karena dampak banjir pada saat musim penghujan. Dengan bertemunya ketiga Kepala Desa tersebut diharapkan bisa menemukan solusi yang efektif, demi kelangsungan petani. Sumurkidang, Pegiringan dan Banjarsari adalah tiga desa yeng tidak bisa dipisahkan, karena wilayahnya berbatasan langsung baik wilayah pertanian maupun jalan darat. Semoga kedepannya segera terealisasi kali sawah yang baik, sehingga produktivitas panen petani tidak terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *