Tim “Jejak Pegiringan” Sukses Mengibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Slamet

Media Informasi Warga

Tim “Jejak Pegiringan” Sukses Mengibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Slamet

3 Januari 2017 Berita 1

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580, ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap.

Gunung Slamet dapat didaki melalu empat jalur, lewat jalur sebelah Barat Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur sebelah timur Bambangan dan jalur baru yaitu jalur Penakir Pulosari. Dari keempat jalur tersebut yang terdekat adalah lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet.

Mendaki gunung adalah kombinasi olahraga dan kegiatan rekreasi untuk mengatasi tantangan dan bahaya pada lereng dan jurang untuk mendapatkan pemandangan yang indah dari puncaknya walaupun harus melewati kesulitan ataupun memanjat tebing menjelang puncaknya. Ada beberapa alasan mengapa orang terlibat dalam kegiatan ini, salah satunya adalah Mendaki gunung merupakan bentuk relaksasi. Meskipun kegiatan ini menuntut fisik yang kuat namun akan menjauhkan kita dari rasa bosan terhadap rutinitas kegiatan setiap hari. Lingkungan yang indah dapat menghilangkan stres dari besarnya tanggung jawab pekerjaan  dan rutinitas harian. Mendaki gunung biasanya dipakai sebagai alat keluar dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan kota.

9ba37d9e-a3c7-47f6-a4f2-ae4f721a0fadBaru-baru ini tim “Jejak Pegiringan”, dalam rangka menyambut tahun baru 2017, melaksanakan kegiatan  mendaki gunung dengan tema “Jejak Pegiringan” Jelajah Atap Negeri. Tim jelajah atap negeri terdiri dari delapan orang yaitu mas Arifin, Dede dan kawan-kawan, Warga Desa Pegiringan Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3 hari 2 malam, berangkat pada hari Sabtu tim sampai dipuncak hari Senin, tim jelajah atap negeri akhirnya sampai di puncak gunung yang ketinggiannya 3428 MDPL.

Kegiatan jelajah atap negeri Desa Pegiringan aktif melakukan pendakian pada momen-momen tertentu, biasanya pada awal tahun baru, menjelang bulan Agustus dan momen-momen lainnya. Sebuah pesan dari tim jelajah atap negeri Pegiringan antara lain, semakin dekat dan tahu akan alam, maka kita akan lebih bijak dan pandai bersyukur atas segala karunia Tuhan di alam ini, dan juga tentang bagaimana memaknai hidup ini penuh dengan perjuangan, juga memberi pesan posirif kepada pemuda Pegiringan untuk lebih mencintai alam dan Desanya.

“ Tidak ada kesuksesan tanpa jerih payah, bahkan harus dengan keringat, air mata dan darah” dan “ Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya tanpa kita menawar

{terima dan hadapilah} “

Soe Hok Gie

 

 

One Response

  1. dede berkata:

    Hehehe…Nyong wong pegiringan,dan akan tetap dadi wong pegiringan ,walopun jarang nang pegiringan. 😁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *