Tim Jejak Pegiringan Sukses Taklukkan Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu

Media Informasi Warga

Tim Jejak Pegiringan Sukses Taklukkan Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu

5 Januari 2018 Berita artikel 0

Gunung Lawu adalah salah satu nama dari sebuah gunung yang tempatnya berada di salah satu pulau Indonesia yaitu pulau Jawa Bagian Timur. Tepatnya Letak dari Gunung lawu yaitu berada di salah satu sebuah perbatasan yang ada, antara Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Gunung Lawu sendiri letaknya juga berada diantara dua wilayah kabupaten, yaitu antara wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur dan wilayah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Status dari Gunung Lawu adalah sebuah gunung api yang saat ini sedang“istirahat”. Sejarah Gunung Lawu ini terakhir mengalami kejadian meletus, diperkirakan terjadi pada tanggal 28 November 1885. Lalu setelah itu Gunung lawu lama tidak aktif kembali, dan bisa terlihat dari rapatnya vegetasi pada puncaknya yang tererosi.

Terletak pada lereng Gunung Lawu ini ternyata masih ada kepundan yang ukurannya kecil yang saat ini tetap masih mengeluarkan sebuah zat belerang (solfatara) dan juga uap air (fumarol). Gunung Lawu sendiri juga mempunyai kawasan hutan-hutan. Hutan-hutan di Gunung Lawu yaitu hutan Dipterokarp Atas, Dipterokarp Bukit, hutan Ericaceous hutan Ericaceous dan hutan Montane.

Gunung Lawu sendiri mempunyai tiga titik puncak Gunung Lawu disana. Puncak Gunung Lawu itu adalah puncak Hargo Dumiling, puncak Hargo Dumilah (Puncak Tertinggi 3265 mdpl) dan Puncak Hargo Dalem.

Tempat yang letaknya ada pada lereng Gunung lawu, ada beberapa tempat yang terbilang memang cukup populer oleh masyarakat dalam dunia wisata. Tempat-tempat yang terpopuler di lereng Gunung Lawu adalah daerah wisata Sarangan, Cemorosewu dan Tawangmangu. Pada sisi barat Kabupaten Karanganyar ada dua tempat wisata budaya percandian yang merupakan peninggalan dari masa akhir kerajaan Majapahit. Candi-candi yang ada di sisi barat Kabupaten Karanganyar tersebut adalah Candi Cetho dan Candi Sukuh. Sumber : Wikipedia

Gunung lawu juga terkenal dengan cerita mistisnya. Tim JEJAK PEGIRINGAN merasa penasaran di balik cerita mistis gunung Lawu, akhirnya tim JEJAK PEGIRINGAN yang terdiri dari dua orang berangkat mendaki gunung lawu lewat base camp CEMORO SEWU. Tim berangkat pada Jum’at, (29/12) dan tiba tiba di base camp cemoro sewu (30/12). Tim jejak Pegiringan bermalam di basecamp Cemoro Sewu untuk mempersiapkan pendakian. Minggu (31/12) jam 8.30 pagi tim jejak Pegiringan.

Pos I Wes-Wesan

Setelah menempuh kurang lebih 1 jam 30 menit tim sampai di pos 1 ( Wes-wesen ). Pada jalur ini kita akan melewati pepohonan rimbun. Di lokasi tersebut juga ada tempat untuk camping. Kemudian melewati perkebunan warga. Lalu kita akan bertemu Sendang Panguripan lalu Pos I.

Pos I-II Watu Gedeg

Dari pos 1 trek batu yang di susun ini sudah mulai menanjak, tapi agak sedikit landai. Dari pos 1 ke pos 2 masih sama..trek yang kami lalui masih berupa batu,kadang batuan tersusun seperti tangga, kadang juga batuan tak beraturan. Pada jalur ini terdapat batu besar yang bernama “Watu Jago”. Mulai dari Watu Jago trek yang kita hadapi mulai bebatuan. Namun bebatuan tersebut adalah bebatuan yang sudah ditata khusus untuk didaki. Hal tersebut adalah persembahan oleh masyarakat setempat. Perjalanan dari pos I ke pos II sekitar 2 jam 30 menit.

Pos II-III Watu Gede

Pada jalur ini trek sudah mulai berat. Bebatuan yang tajam dan tepi-tepi jurang juga banyak. Tepat jam 1 siang tim  melanjutkan perjalanan kembali kira – kira 1jam 30 menit kami sampai di pos 3 ( WATU GEDE ) jam 2.30 sore. Karena kondisi sudah lelah, akhirnya tim memutuskan mendirikan tenda di  Watu Gede. Tepat jam 04 dini hari tim melanjutkan pendakian menuju pos IV Watu Kapur

Pos III-IV Watu Kapur

Perjalanan dari pos III ke pos IV sekitar 30 menit. Pada Pos IV banyak tumbuh pohon. Pada jalur setelah Pos 4 adalah jalur favorit. Karena trek yang datar dan hanya bergelombang serta treknya berbatuan rapih. Ditambah lagi kanan-kiri pemandangan luar biasa. Setelah itu kita akan bertemu dengan sumber air “Sumur Jalotundo”.

Pos IV-V Jolotundo

Perjalanan dari pos IV ke pos V sekitar 45 menit medan yang tim lalui terbilang tidak terlalu sulit,dengan medan yang tidak terlalu menanjak dan lumayan landai, di tambah tim hanya membawa perbekalan seadanya

Pos V Sendang Drajat

Setelah itu kita sampai di Sendang Drajat. Nah di sinilah check point pertama bagi para pendaki. Banyak pendaki bermalam di sini. Kebanyakan dari mereka ada yang tidak membawa tenda namun bermalam di rumah yang didirikan warga. Di sini pula ada sumber air bernama “Sendang Drajat”. Di tempat itu pula konon sebagai tempat ritual raja. Dibangun pula tempat pemujaan di samping Sendang Drajat tersebut.

Sendang Drajat – Puncak Hargo Dalem

Dari Sendang Drajat kita hanya perlu berjalan sebentar menyusuri bukit dan sampailah kepada puncak Harga Dalem 3170 mdpl. Pada jalur menuju Hargo Dalem kita akan bertemu dengan tenjakkan yang mirip dengan “Tanjakkan Cinta”-nya Semeru. Nah, di Hargo Dalem sendiri kita akan menemui banyak pemukiman penduduk. Para penduduk di gunung Lawu terkenal sebagai penduduk yang memiliki fisik kuat. Pasalnya mereka bisa naik-turun gunung beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Hargo Dalem kita akan bertemu dengan Warung Mbok Yem yang terkenal itu. Itulah dia warung tertinggi di pulau Jawa. Bayangkan saja ada warung makan di puncak Gunung.

Hargo Dalem – Hargo Dumilah

Untuk menuju Hargo Dumilah (puncak tertinggi) tim akan berjalan menanjak. Treknya berupa bukit hanya saja menanjak tinggi. Di puncak Hargo Dumilah inilah puncak tertinggi gunung Lawu dengan ketinggian 3265 mdpl Dari puncak Hargo Dumilah kita bisa melihat ke bawah ada Telaga Kuning. Kita juga bisa melihat gunung-gunung lain seperti Merapi-Merbabu, Arjuno-Welirang. Rasa syukur tak henti kami ucapkan mana kala kami memijakan kaki di sana. sungguh ,..betapa maha besarnya Allah..dan betapa tidak ada apa – apanya kita sebagai manusia dan kami dari tim JEJAK PEGIRINGAN mengucapkan Alhamdulillah.

Demikian sedikit catatan perjalanan kami kala menapaki puncak tertinggi gunung lawu, semoga bermanfaat, dapat memotivasi dan menyebarkan energi positip bagi kita semua.”Orang yang takut mencoba adalah orang yang membatasi kemampuannya” Tim Jejak Pegiringan. (Aripin di rePost oleh AdminDesa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *