Tim Pendamping PKH Kemensos Validasi Data Calon Penerima Bantuan Keluarga Harapan di Pegiringan

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat bagi Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. PKH merupakan program yang berbasis keluarga miskin, sehingga yang menjadi sasaran utama adalah  keluarga  yang  tidak  mampu  secara ekonomi.  PKH  merupakan  salah  satu  program prioritas nasional yang di jadikan centre of exellence oleh Kementerian Sosial dalam menanggulangi kemiskinan secara kontinue

Kegiatan pengembangan kepesertaan PKH di lapangan seperti, Sosialisasi PKH, Validasi, Verifikasi, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS), Pemutakhiran, hingga proses penyaluran bantuan kepada KPM membutuhkan peran serta secara langsung oleh Pendamping Sosial PKH untuk memperlancar kegitan administrasi dan teknis dari daerah ke pusat. Peran dominan Pendamping Sosial PKH inilah yang  menjadi  tolak  ukur  keberhasilan  PKH  dilapangan.

Minggu (12/11/2017) Sebanyak 570 calon penerima PKH di desa Pegiringan mengikuti kegiatan validasi calon penerima manfaat PKH. Seluruh data tersebut tersebar di 5 RW Tim validasi terdiri atas Pendamping Sosial PKH. Tim mencocokkan data dengan kondisi terkini disertai bukti-bukti dokumen yang mereka miliki. “Kami memeriksa pemenuhan syarat kepesertaannya data tersebut sebagai tambahan calon penerima PKH di desa Pegiringan, tutur Milzam salah satu tim pendamping PKH yang ikut memvalidasi”.

Kepala desa Pegiringan, Duhari Daya saat memberikan sambutan menghimbau agar warga melengkapi berkas dan sabar karena jumlah yang harus divalidasi cukup banyak. Duhari Daya juga menghimbau agar warga yang nanti mendapatkan bantuan agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. (AdminDesa)

Author: AdminDesa
Pegiringan adalah desa di kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pegiringan salah satu desa di kecamatan Bantarbolang yang mempunyai bahasa yang khas di banding daerah lain di Pemalang, yaitu pengucapan vokal akhir (a) dibaca dengan (e) seperti pada kata belah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *